I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kualitas air berbeda menurut asalnya; air, hujan, air tanah, air waduk atau danau, dan air sungai memiliki sifat-sifat kimia dan fisika berbeda. Pemeriksaan kualitas harus dilakukan pada sumber air secara horizontal dan kalau mungkin secara vertikal juga. Pemeriksaan secara horizontal berarti menganalisa sampel air pada beberapa tempat di lapisan permukaan, sedangkan secara vertikal dilakukan dengan menganalisa sampel air pada beberapa kedalaman tertentu. Pemeriksaan secara horizontal berguna untuk mengetahui keseragaman lapisan permukaan, sedangkan secara vertikal untuk mengetahui kemungkinan terdapat lapisan (stratifikasi).
Pemeriksaan kualitas air meliputi kandungan oksigen, karbondioksida, amoniak, suhu, kejernihan, dan organisme air. Pengukuran sifat fisika kimia air, sebaiknya dilakukan sepanjang tahun, minimal pada musim hujan dan kemarau. Informasi mengenai perubahan sifat fisika kimia dalam setahun akan sangat menolong dalam manajemen usaha selanjutnya. Jika terdapat periode debit air berkurang atau kualitas air menurun, maka untuk masa-masa tersebut dapat diprogramkan pengurangan atau penjualan populasi ikan dan sebagainya.
Hasil pengamatan diproyeksikan kemasa yang akan datang atas dasar kondisi lingkungan setempat dan daerah aliran sungai (watershed). Lingkungan setempat dan daerah aliran sungai dapat terdiri atas persawahan, perkebunan, peternakan, pemukiman, daerah industri, pusat rekreasi, semak belukar, hutan dan lain-lain. Kondisi ini perlu dipelajari dalam status kini dan masa depan.
B. Tujuan
Untuk mengetahui kualitas air suatu perairan yang meliputi kandungan oksigen, karbondioksida, amoniak, suhu, kejernihan, pH, dan organisme air.
II. METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan tempat
Pelaksanaan praktikum Manajemen Kualitas Air, pada :
Hari / tanggal : Sabtu, 5 Mei 2007 dan Minggu, 6 Mei 2007
Tempat : Kediaman Bapak Kamal di Dusun Selangan Laut, Desa Sekambing (Bontang)
B. Alat dan bahan
· Bahan
- Sampel air
- Larutan Regent
· Alat
- Alat tulis
- Gelas ukur
- YSI 556 MPS (kecuali kecerahan)
- Test kit (amoniak dan nitrit)
C. Metode
· Cara mengetahui nilai kadar amoniak dan nitrit
- Amoniak, air sampel ditetesi Regent (R1 dan R2) sebanyak 5 tetes, hasil tetesan tersebut dibandingkan dengan kertas warna (test kit ) yang menentukan nilai kadar amoniak.
- Nitrit, air sampel ditetesi Regent (R1 dan R2) sebanyak 5 tetes, hasil tetesan tersebut dibandingkan dengan kertas warna ( test kit ) yang menentukan nilai kadar nitrit.
· Untuk mengetahui parameter kualitas air, yaitu menggunakan alat YSI 556 MPS ( kecuali kecerahan)
D. Prosedur
Praktikum Manajemen Kualitas Air dilakukan untuk mengetahui situasi dan kondisi lingkungan perairan pada wadah pemeliharaan ikan di kediaman Bapak Kamal dan perairan Dusun Selangan Laut Desa Sekambing.
- Pada kediaman Bapak Kamal,
Dapat diketahui proses pemeliharaan ikan, udang dan karang dalam wadah pemeliharaan. Proses pemeliharaan ikan menggunakan alat skimer sebagai pefilteran. Pada pemeliharaan udang menggunakan filter biasa, sedangkan pemeliharaan karang menggunakan alat skimer. Penggunaan alat skimer dan filter biasa tidak jauh berbeda, hanya hasil yang didapat dari suatu perairan, penyaringan menggunakan alat skimer lebih bersih dan hasil penyaringan yang berupa busa mudah dibuang.
- Pada Dusun Selangan Laut Desa Sekambing,
Dapat diketahui nilai kandungan parameter kualitas air, menggunakan alat YSI 556 MPS (kecuali kecerahan ).
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Dusun Selangun Laut Desa Sekambing
· Pada tanggal 5 Mei 2007 jam 15.00 WITA, dapat diketahui kandungan kualitas air yaitu sebagai berikut :
DO : 3,51 // 9,9 (IIZ)
Suhu : 32,48 0C
Konduktif : 48,41
TDS : 27,25
Salinitas : 27,24
Saturasi DO : 57,51
pH : 7,82
Redox ensial : - 33,09
Kedalaman air : 50 cm
Kecerahan : 50 cm
- Nitrit NO2 – N < 0,1 mg/l
- Amoniak – test (NH4 / NH3) = 0,3 mg/l
- PHospHat – test (PO4) = 0,1 mg/l
- Keadaan cuaca : hujan (rintik)
· Pada tanggal 5 Mei 2007 jam 9.30 WITA, dapat diketahui kandungan kualitas air yaitu sebagai berikut :
DO : 3,03
Suhu : 29,54 0C
Konduktif : 47,29
TDS : 28,29
Salinitas : 27,92
Saturasi DO : 46,3
pH : 7,60
Redox ensial : -19,9
Kedalaman air : 1 m
Kecerahan : -
- Nitrit (NO2) : < 0,1 mg/l
- Amoniak (NH4) : 0 mg/l
- PHospHat (PO4) : 0,1 mg/l
- Keadaan cuaca : stabil (pada malam hari)
· Pada tanggal 6 Mei 2007 jam 5.57 WITA, dapat diketahui kandungan kualitas air yaitu sebagai berikut :
DO : 2,64
Suhu : 29,54 0C
Konduktif : 47,35
TDS : 28,31
Salinitas : 27,95
Saturasi DO : 41,3
pH : 8,04
Redox ensial : - 45,7
Kedalaman air : ± 1,5 m
Kecerahan : ± 1,5 m
- Nitrit (NO2) : 0 mg/l
- Amoniak (NH4) : 0 mg/l
- PHospHat (PO4) : 0 mg/l
- Keadaan cuaca : hujan
1. Bapak Kamal (Ketua Himpunan Pembudidaya Perikanan dan Kelautan di Bontang)
· Wadah Budidaya Udang (filter biasa)
pH : 7,45
DO : 5,66
Salinitas : 18,65
Suhu : 28,34
· Wadah Budidaya Ikan (skimer)
PH : 7,28
DO : 27,5
Salinitas : 28,6
Suhu : 5,00
· Wadah Budidaya Karang
pH : 7,5
Kadar garam : 28
Densitas : 1,021
Suhu : 28
· Dalam Budidaya ikan dan karang, Bapak Kamal melakukan penyaringan air menggunakan skimer.
Gambar : Rangkaian Skimer.
B. Pembahasan
Dari hasil praktikum, dapat kita kaitkan kualitas air laut dengan beberapa parameter yang digunakan (Ghufron H, 2005).
- Oksigen
Ikan membutuhkan oksigen guna pembakaran bahan bakarnya (makanan) untuk menghasilkan aktivitas, seperti aktivitas berenang, pertumbuhan, reproduksi, dan sebaliknya.
Untuk pertumbuhan ikan laut, kandungan oksigen terlarut dalam air minimal 4 ppm dengan kandungan optimum adalah 5-6 ppm.
- Derajat Keasaman (pH) Air
pH air mempengaruhi tingkat kesuburan perairan karena mempengaruhi kehidupan jasad renik. Perairan asam akan berkurang produktif, malah dapat membunuh ikan. Pada pH rendah (keasaman tinggi) kandungan oksigen terlarut akan berkurang sebagai akibatnya konsumsi oksigen menurun, aktivitas pernapasan naik dan selera makan akan berkurang. Hal yang sebaliknya terjadi pada suasana basa. Atas dasr ini, maka usaha budidaya ikan, akan berhasil baik dalam air dengan pH 6,5-9,0 dan pertumbuhan optimal ikan terjadi pada pH 7-8.
Air laut mempunyai daya penyangga (buffer) yang besar terhadap perubahan pH. Umumnya pH air laut antara 7,6-8,7.
- Suhu
Suhu mempengaruhi aktivitas metabolisme organisme, karena penyebaran organisme baik di laut maupun di perairan tawar dibatasi oleh suhu perairan tersebut. Suhu sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan pertumbuhan ikan.
Kisaran suhu optimal bagi kehidupan ikan adalah antara 24-32 0C. Bila suhu rendah ikan akan kehilangan nafsu makan, sehingga pertumbuhannya terhambat. Sebaliknya bila suhu terlalu tinggi ikan akan stres bahkan mati kekurangan oksigen. Baik suhu yang terlalu rendah maupun terlampau tinggi dapat membahayakan ikan, karena beberapa patogen berkembang baik pada kondisi tersebut.
- Salinitas
Salinitas adalah konsentrasi rata-rata seluruh larutan garam yang terdapat di dalam air laut. Cara yang biasa digunakan untuk menentukan salinitas adalah menghitung jumlah kadar garam dalam satu sampel yang biasa disebut klorinitas, dengan rumus : 0/00 = klorinitas x 1,817.
Di perairan Samudra, salinitas biasanya berkisar antara 34-35 per mil (PPT = part per thousand). Di perairan pantai karena terjadi pengenceran aliran sungai, salinitas biasanya turun, sebaliknya di daerah dengan penguapan yang sangat tinggi biasanya salinitas meningkat tinggi.
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
- Dapat diketahui perbedaan dalam penggunaan skimer dan filter biasa. Menggunakan skimer lebih efektif dan mudah dalam proses pemfiltrasian.
- Parameter kualitas air hangat menentukan kelangsungan hidup suatu organisme di perairan.
- pH merupakan penyangga (buffer) terbesar terhadap air laut.
B. Saran
- Penanggulangan terhadap kerusakan suatu perairan harus diperhatikan, agar organisme di perairan tetap terjaga kelestariannya.
- Parameter kualitas air harus diperhatikan dalam melakukan budidaya di suatu perairan.
DAFTAR PUSTAKA
Jangkaru Zulkifli Ir. 1984. Pemeliharaan Ikan dalam Kolam Air Deras. CV. Yasaguna,
K Kordi H Ghufron, M. 2005. Budidaya Ikan Laut di Keramba Jaring Apung. Rineka Cipta,

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar