EFEK DARI NITROGEN DAN SATUAN TERENDAH POSFOR PADA ASAM NUKLEAT DAN KANDUNGAN PROTEIN DARI Heterocapsa SP
ABSTRAK
Perubahan dalam protein, RNA dan DNA pada kandungannya dihubungkan pada angka terendah Nitrogen dan Posfor dipelajari pada Dinoflagelata laut Heterocapsa SP yang tumbuh dalam kultur tertt. Dalam semua kasus angka terendah Nutrien adaptasi metabolic diakibatkan protein dan RNA, dimana kandungan DNA persel ditunjukan secara konstan angka terendah N pada penurunan paralel dalam konsentrasi protein dan RNA, yang menyebabkan rasio protein dan RNA menjadi konstan. Sebuah penurunan dramatic dalam kandungan RNA dikarakteristikan pada kultur angka terendah P. walaupun sintesis protein dilanjutkan, kandungan ribosom RNA lebih kecil dibandingkan yang diharapkan untuk didapatkan dari sintesis protein. Ini disarankan bahwa rasio protein dan RNA dapat digunakan sehingga suatu indicator dari angka terendah P dimana rasio protein atau klorofil akan dikarakteristikan angka terendah N.
PENDAHULUAN
Dalam komponen Biologi, RNA, DNA dan protein adalah partikel Biokimia yang atraktif dari status psikologi karena secara langsung hubungan mereka untuk dibagian sel dan pertumbuhan RNA, dimana lebih banyak dibanding DNA didalam sel dianggap sebagai indikator dari pertumbuhan karena secara langsung dalam sintesis protein dan sensitifitasnya pada kondisi lingkungan, sebagaimana kemampuan nutrien. Penelitian sebelumnya menggunakan dinamika dari protein, RNA dan DNA dan dalam pertumbuhan Dinoflagelata Heterocapsa SP didalam jumlah terkecil N dan P memberikan aturan struktural dari P dalam skleton RNA dan DNA dan dalam sistem ATP/ADP hal ini dapat dianggap bahwa perubahan dalam kemampuan P akan dihasilkan dalam variasi dalam bagian asam nkleat karena N adalah komponen dari semua protein dan Asam Nukleat.
METODE
Ø Kondisi Kultur dan Pertumbuhan
Yang paling utama dalam eksperimen suatu kultur Heterocapsa SP dimulai dalam sebuah flask yang berisi 750ml dari medium f/2-si. Jumlah sel perhari dibuat dalam waktu yang bersamaan dengan sebuah alat multisizer coulter counter dengan sebuah tube berukuran 140µm.
Ø Rancangan Eksperimen
Pengambilan sample untuk jumlah sel dan perkiraan volume yang diambil sekali sehari, 3 jam setelah periode penyinaran dilakukan untuk menghindari variasi dari pencahayaan gelap dan terang. Sample untuk RNA, DNA dan protein dikumpulkan pada hari ke4, ke6, ke9, setelah inokulasi waktu pengambilan sample ini dihubung secara eksponen, tahap awal dan tahap selanjutnya (grafik 1)
Ø Penentuan
Konsentrasi DNA ditunjukan pada jumlah sel karena perubahan dalam rata-rata ukuran sel di induksi melalui perlakuan, RNA dan protein dinormalkan pada volume sel. Rasio pada parameter biokimia yang berbeda diberikan sebagai perbandingan berat.
HASIL
Kurva Pertumbuhan dan Volume Sel
Secara umum volume dari sel pada semua N dan P yang diperlakukan meningkat secara progresive pada akhir dari eksperimen 38 dan 94% lebih tinggi dibandingkan penentuan selama tahapan angka pertumbuhan

Variasi pada DNA, RNA, Protein dan sel klorofil
Dalam kultur angka terendah P kandungan sel DNA dinaikan sedikit selama percobaan variabel yang diobservasi dalam sel DNA mengandung tahapan pertumbuhan dari setiap perlakuan yang berhubungan dengan perubahan dalam sel terhadap pemakaian nutrien

PEMBAHASAN
Secara ringkas hasil yang diperoleh disarankan bahwa efek dan deplesi N atau P pada status psikologi dalam sel phytoplankton melalui pengertian dari analisis simultan pada protein, asam nukleat dan klorofil bagaimanapun juga selama spesies tertinggi reponsi spesifik dari organisme selama kondisi nutrien lebih bekerja yang dianggap pada spesies yang berbeda dan group phytoplankton dalam menetapkan ekologi signifikan dari tujuan indikasi
Suatu kenaikan dalam ukuran sel pada angka terendah N dapat dijelaskan melalui bagian dari protein pada sintesis karbohidrat dan lipid. Faktor lain partikelnya relevan pada sel angka terendah P, yang dapat dilakukan dari sel untuk dibagi

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar