<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2319457425620891995</id><updated>2012-02-16T05:04:59.483-08:00</updated><category term='pakan ikan'/><category term='Ikan Nila Gesit'/><category term='toksikologi'/><category term='laporan'/><category term='pakan bibit ikan'/><category term='cerita'/><title type='text'>Di sini blogku</title><subtitle type='html'>di sini banyak materi yang bermanfaat dan berbagi pengalaman.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kharisma88.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kharisma88.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Di sini blogku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09284058916379710851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ScBwz0G3yfY/SYrXyyVeA0I/AAAAAAAAAAM/hGNIp_Z2XaQ/S220/Foto(152).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2319457425620891995.post-2515795798884121096</id><published>2009-02-06T18:22:00.000-08:00</published><updated>2009-05-24T18:51:54.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>ada apa dengan kita?</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;font face="Garamond"&gt;ADA&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;font face="Garamond"&gt; APA DENGAN KITA?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;font face="Garamond"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;font face="Garamond"&gt;Saudaraku, saat mobil mewah dan mulus yang kita miliki tergores, goresannya bagai menyayat hati kita. Saat kita kehilangan handphone di tengah jalan, separuh tubuh ini seperti hilang bersama barang kebanggaan kita tersebut. Saat orang mengambil secara paksa uang kita, seolah terampas semua harapan.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Tetapi saudaraku, tak sedikitpun keresahan dalam hati saat kita melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah, kita masih merasa tenang meski terlalu sering melalaikan sholat, kita masih berdiri tegak dan sombong meski tak sedikitpun infak dan shodaqoh tersisihkan dari harta kita, meski disekeliling kita anak-anak yatim menangis menahan lapar. Saudaraku, ada apa dengan kita? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;font face="Garamond"&gt;Saudaraku, kata-kata kotor dan dampratan seketika keluar tatkala sebuah mobil yang melaju kencang menciprati pakaian bersih kita. Enggan dan malu kita menggunakan pakaian yang terkena noda tinta meski setitik dan kita akan tanggalkan pakaian-pakaian yang robek, bolong dan menggantinya dengan yang baru. Tetapi saudaraku, kita tak pernah ambil pusing dengan tumpukan dosa yang mengotori tubuh ini, kita tak pernah merasa malu berjalan meski wajah kita penuh noda kenistaan, kita pun tak pernah tahu bahwa titik-titik hitam terus menyerang hati ini hingga saatnya hati kita begitu pekat, dan kitapun tak pernah mencoba memperbaharuinya. Saudaraku, ada apa dengan kita? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;font face="Garamond"&gt;Saudaraku, kita merasa tidak dihormati saat teguran dan sapaan kita tidak didengarkan, hati ini begitu sakit jika orang lain mengindahkan panggilan kita, terkadang kita kecewa saat orang lain tidak mengenali kita meski kita seorang pejabat, pengusahan, kepala pemerintahan, tokoh masyarakat bahkan orang terpandang, kita sangat khawatir kalau-kalau orang membenci kita, dan berat rasanya saat orang-orang meninggalkan kita. Tetapi juga saudaraku, tidak jarang kita abaikan nasihat orang, begitu sering kita tak mempedulikan panggilan adzan, tak bergetar hati ini saat lantunan ayat-ayat Allah terdengar ditelinga. Dengan segala kealpaan dan kekhilafan, kita tak pernah takut jika Allah Yang Maha Menguasai segalanya membenci kita dan memalingkan wajah-Nya, kita pun tak pernah mau tahu, Baginda Rasulullah mengenali kita atau tidak di Padang Masyhar nanti. Kita juga, tak peduli melihat diri ini jauh dari kumpulan orang-orang sholeh dan beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, tanyakan dalam hati kita masing-masing, ada apa dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshowaab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2319457425620891995-2515795798884121096?l=kharisma88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kharisma88.blogspot.com/feeds/2515795798884121096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/2515795798884121096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/2515795798884121096'/><author><name>Di sini blogku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09284058916379710851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ScBwz0G3yfY/SYrXyyVeA0I/AAAAAAAAAAM/hGNIp_Z2XaQ/S220/Foto(152).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2319457425620891995.post-3918750545230719010</id><published>2009-02-05T17:44:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T18:40:52.627-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan'/><title type='text'>kualitas air</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: center; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;I.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;       &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font style=""&gt;PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;A.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Latar Belakang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Kualitas air berbeda menurut asalnya; air, hujan, air tanah, air waduk atau danau, dan air sungai memiliki sifat-sifat kimia dan fisika berbeda. Pemeriksaan kualitas harus dilakukan pada sumber air secara horizontal dan kalau mungkin secara vertikal juga. Pemeriksaan secara horizontal berarti menganalisa sampel air pada beberapa tempat di lapisan permukaan, sedangkan secara vertikal dilakukan dengan menganalisa sampel air pada beberapa kedalaman tertentu. Pemeriksaan secara horizontal berguna untuk mengetahui keseragaman lapisan permukaan, sedangkan secara vertikal untuk mengetahui kemungkinan terdapat lapisan (stratifikasi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Pemeriksaan kualitas air meliputi kandungan oksigen, karbondioksida, amoniak, suhu, kejernihan, dan organisme air. Pengukuran sifat fisika kimia air, sebaiknya dilakukan sepanjang tahun, minimal pada musim hujan dan kemarau. Informasi mengenai perubahan sifat fisika kimia dalam setahun akan sangat menolong dalam manajemen usaha selanjutnya. Jika terdapat periode debit air berkurang atau kualitas air menurun, maka untuk masa-masa tersebut dapat diprogramkan pengurangan atau penjualan populasi ikan dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Hasil pengamatan diproyeksikan kemasa yang akan datang atas dasar kondisi lingkungan setempat dan daerah aliran sungai (watershed). Lingkungan setempat dan daerah aliran sungai dapat terdiri atas persawahan, perkebunan, peternakan, pemukiman, daerah industri, pusat rekreasi, semak belukar, hutan dan lain-lain. Kondisi ini perlu dipelajari dalam status kini dan masa depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;B.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Untuk mengetahui kualitas air suatu perairan yang meliputi kandungan oksigen, karbondioksida, amoniak, suhu, kejernihan, pH, dan organisme air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt; &lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: center; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;II.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;    &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font style=""&gt;METODE PRAKTIKUM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;A.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Waktu dan tempat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="FI"&gt;Pelaksanaan praktikum Manajemen Kualitas Air, pada :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Hari / tanggal&lt;font style=""&gt;    &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Sabtu, 5 Mei 2007 dan Minggu, 6 Mei 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Tempat&lt;font style=""&gt;             &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Kediaman Bapak Kamal di Dusun Selangan Laut, Desa Sekambing (Bontang)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;B.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Alat dan bahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style=""&gt;·&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Bahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Sampel air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Larutan Regent&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style=""&gt;·&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Alat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Alat tulis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Gelas ukur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;YSI 556 MPS (kecuali kecerahan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Test kit (amoniak dan nitrit)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;C.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Metode &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style=""&gt;·&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Cara mengetahui nilai kadar amoniak dan nitrit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Amoniak, air sampel ditetesi Regent (R&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; dan R&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) sebanyak 5 tetes, hasil tetesan tersebut dibandingkan dengan kertas warna (test kit ) yang menentukan nilai kadar amoniak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Nitrit, air sampel ditetesi Regent (R&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; dan R&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) sebanyak 5 tetes, hasil tetesan tersebut dibandingkan dengan kertas warna ( test kit ) yang menentukan nilai kadar nitrit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style=""&gt;·&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Untuk mengetahui parameter kualitas air, yaitu menggunakan alat YSI 556 MPS ( kecuali kecerahan) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;D.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Prosedur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Praktikum Manajemen Kualitas Air dilakukan untuk mengetahui situasi dan kondisi lingkungan perairan pada wadah pemeliharaan ikan di kediaman Bapak Kamal dan perairan Dusun Selangan Laut Desa Sekambing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;font style="line-height: 150%;" face="&amp;quot;" size="12"&gt;  &lt;/font&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Pada kediaman Bapak Kamal, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Dapat diketahui proses pemeliharaan ikan, udang dan karang dalam wadah pemeliharaan. Proses pemeliharaan ikan menggunakan alat skimer sebagai pefilteran. Pada pemeliharaan udang menggunakan filter biasa, sedangkan pemeliharaan karang menggunakan alat skimer.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Penggunaan alat skimer dan filter biasa tidak jauh berbeda, hanya hasil yang didapat dari suatu perairan, penyaringan menggunakan alat skimer lebih bersih dan hasil penyaringan yang berupa busa mudah dibuang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Pada Dusun Selangan Laut Desa Sekambing,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Dapat diketahui nilai kandungan parameter kualitas air, menggunakan alat YSI 556 MPS (kecuali kecerahan ). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: center; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;III.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font style=""&gt;HASIL DAN PEMBAHASAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;A.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Hasil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;1.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;      &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Dusun Selangun Laut Desa Sekambing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style=""&gt;·&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Pada tanggal 5 Mei 2007 jam 15.00 WITA, dapat diketahui kandungan kualitas air yaitu sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;DO&lt;font style=""&gt;                        &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;3,51 // 9,9 (IIZ)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Suhu&lt;font style=""&gt;                       &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;32,48 &lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Konduktif&lt;font style=""&gt;               &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;48,41&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;TDS&lt;font style=""&gt;                       &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;27,25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Salinitas&lt;font style=""&gt;                  &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;27,24&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Saturasi DO&lt;font style=""&gt;           &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;57,51&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;pH&lt;font style=""&gt;                         &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;7,82&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Redox ensial&lt;font style=""&gt;           &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;- 33,09&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Kedalaman air&lt;font style=""&gt;        &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;50 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Kecerahan&lt;font style=""&gt;              &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;50 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Nitrit NO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; – N &lt; 0,1 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Amoniak – test (NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; / NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;) = 0,3 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;PHospHat – test (PO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;) = 0,1 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Keadaan cuaca : hujan (rintik)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style=""&gt;·&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Pada tanggal 5 Mei 2007 jam 9.30 WITA, dapat diketahui kandungan kualitas air yaitu sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;DO&lt;font style=""&gt;                        &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;3,03&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Suhu&lt;font style=""&gt;                       &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;29,54 &lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Konduktif&lt;font style=""&gt;               &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;47,29&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;TDS&lt;font style=""&gt;                       &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;28,29&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Salinitas&lt;font style=""&gt;                  &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;27,92&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Saturasi DO&lt;font style=""&gt;           &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;46,3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;pH&lt;font style=""&gt;                         &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;7,60&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Redox ensial&lt;font style=""&gt;           &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;-19,9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Kedalaman air&lt;font style=""&gt;        &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;1 m&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Kecerahan&lt;font style=""&gt;              &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Nitrit (NO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) : &lt; 0,1 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Amoniak (NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;) : 0 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;PHospHat (PO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;) : 0,1 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Keadaan cuaca : stabil (pada malam hari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style=""&gt;·&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Pada tanggal 6 Mei 2007 jam 5.57 WITA, dapat diketahui kandungan kualitas air yaitu sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;DO&lt;font style=""&gt;                        &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;2,64&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Suhu&lt;font style=""&gt;                       &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;29,54 &lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Konduktif&lt;font style=""&gt;               &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;47,35&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;TDS&lt;font style=""&gt;                       &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;28,31&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Salinitas&lt;font style=""&gt;                  &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;27,95&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Saturasi DO&lt;font style=""&gt;           &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;41,3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;pH&lt;font style=""&gt;                         &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;8,04&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="PT"&gt;Redox ensial&lt;font style=""&gt;           &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;- 45,7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Kedalaman air&lt;font style=""&gt;        &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;± 1,5 m&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Kecerahan&lt;font style=""&gt;              &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;± 1,5 m&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Nitrit (NO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) : 0 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Amoniak (NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;) : 0 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;PHospHat (PO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;) : 0 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Keadaan cuaca : hujan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;1.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;      &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Bapak Kamal (Ketua Himpunan Pembudidaya Perikanan dan Kelautan di Bontang)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style=""&gt;·&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Wadah Budidaya Udang (filter biasa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;pH&lt;font style=""&gt;                   &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;7,45&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;DO&lt;font style=""&gt;                  &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;5,66&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Salinitas&lt;font style=""&gt;            &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;18,65&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Suhu&lt;font style=""&gt;                 &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;28,34&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style=""&gt;·&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Wadah Budidaya Ikan (skimer)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;PH&lt;font style=""&gt;                   &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;7,28&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;DO&lt;font style=""&gt;                  &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;27,5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Salinitas&lt;font style=""&gt;            &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;28,6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Suhu&lt;font style=""&gt;                 &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;5,00&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style=""&gt;·&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Wadah Budidaya Karang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;pH&lt;font style=""&gt;                   &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;7,5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Kadar garam&lt;font style=""&gt;    &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;28&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Densitas&lt;font style=""&gt;           &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;1,021&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Suhu&lt;font style=""&gt;                 &lt;/font&gt;:&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;28&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style=""&gt;·&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;        &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Dalam Budidaya ikan dan karang, Bapak Kamal melakukan penyaringan air menggunakan skimer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1026" style="'position:absolute;" coordorigin="3804,5868" coordsize="7644,4320"&gt;  &lt;v:shapetype id="_x0000_t106" coordsize="21600,21600" spt="106" adj="1350,25920" path="ar,7165,4345,13110,1950,7185,1080,12690,475,11732,4835,17650,1080,12690,2910,17640,2387,9757,10107,20300,2910,17640,8235,19545,7660,12382,14412,21597,8235,19545,14280,18330,12910,11080,18695,18947,14280,18330,18690,15045,14822,5862,21597,15082,18690,15045,20895,7665,15772,2592,21105,9865,20895,7665,19140,2715,14330,,19187,6595,19140,2715,14910,1170,10992,,15357,5945,14910,1170,11250,1665,6692,650,12025,7917,11250,1665,7005,2580,1912,1972,8665,11162,7005,2580,1950,7185xear,7165,4345,13110,1080,12690,2340,13080nfear475,11732,4835,17650,2910,17640,3465,17445nfear7660,12382,14412,21597,7905,18675,8235,19545nfear7660,12382,14412,21597,14280,18330,14400,17370nfear12910,11080,18695,18947,18690,15045,17070,11475nfear15772,2592,21105,9865,20175,9015,20895,7665nfear14330,,19187,6595,19200,3345,19140,2715nfear14330,,19187,6595,14910,1170,14550,1980nfear10992,,15357,5945,11250,1665,11040,2340nfear1912,1972,8665,11162,7650,3270,7005,2580nfear1912,1972,8665,11162,1950,7185,2070,7890nfem@23@37qx@35@24@23@36@34@24@23@37xem@16@33qx@31@17@16@32@30@17@16@33xem@38@29qx@27@39@38@28@26@39@38@29xe"&gt;   &lt;v:formulas&gt;    &lt;v:f eqn="sum #0 0 10800"&gt;    &lt;v:f eqn="sum #1 0 10800"&gt;    &lt;v:f eqn="cosatan2 10800 @0 @1"&gt;    &lt;v:f eqn="sinatan2 10800 @0 @1"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @2 10800 0"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @3 10800 0"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @4 0 #0"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @5 0 #1"&gt;    &lt;v:f eqn="mod @6 @7 0"&gt;    &lt;v:f eqn="prod 600 11 1"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @8 0 @9"&gt;    &lt;v:f eqn="prod @10 1 3"&gt;    &lt;v:f eqn="prod 600 3 1"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @11 @12 0"&gt;    &lt;v:f eqn="prod @13 @6 @8"&gt;    &lt;v:f eqn="prod @13 @7 @8"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @14 #0 0"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @15 #1 0"&gt;    &lt;v:f eqn="prod 600 8 1"&gt;    &lt;v:f eqn="prod @11 2 1"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @18 @19 0"&gt;    &lt;v:f eqn="prod @20 @6 @8"&gt;    &lt;v:f eqn="prod @20 @7 @8"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @21 #0 0"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @22 #1 0"&gt;    &lt;v:f eqn="prod 600 2 1"&gt;    &lt;v:f eqn="sum #0 600 0"&gt;    &lt;v:f eqn="sum #0 0 600"&gt;    &lt;v:f eqn="sum #1 600 0"&gt;    &lt;v:f eqn="sum #1 0 600"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @16 @25 0"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @16 0 @25"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @17 @25 0"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @17 0 @25"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @23 @12 0"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @23 0 @12"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @24 @12 0"&gt;    &lt;v:f eqn="sum @24 0 @12"&gt;    &lt;v:f eqn="val #0"&gt;    &lt;v:f eqn="val #1"&gt;   &lt;/v:formulas&gt;   &lt;v:path extrusionok="f" connecttype="custom" connectlocs="67,10800;10800,21577;21582,10800;10800,1235;@38,@39" textboxrect="2977,3262,17087,17337"&gt;   &lt;v:handles&gt;    &lt;v:h position="#0,#1"&gt;   &lt;/v:handles&gt;   &lt;o:complex ext="view"&gt;  &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t106" style="'position:absolute;" adj="11475,11232"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1027'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font lang="EN-GB" size="8.0pt'" style="'"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t22" coordsize="21600,21600" spt="22" adj="5400" path="m10800,qx0@1l0@2qy10800,21600,21600@2l21600@1qy10800,xem0@1qy10800@0,21600@1nfe"&gt;   &lt;v:formulas&gt;    &lt;v:f eqn="val #0"&gt;    &lt;v:f eqn="prod #0 1 2"&gt;    &lt;v:f eqn="sum height 0 @1"&gt;   &lt;/v:formulas&gt;   &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="custom" connectlocs="10800,@0;10800,0;0,10800;10800,21600;21600,10800" connectangles="270,270,180,90,0" textboxrect="0,@0,21600,@2"&gt;   &lt;v:handles&gt;    &lt;v:h position="center,#0" yrange="0,10800"&gt;   &lt;/v:handles&gt;   &lt;o:complex ext="view"&gt;  &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1028" type="#_x0000_t22" style="'position:absolute;" adj="1851"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s1029" style="'position:absolute;left:5565;top:6408;" coordsize="3363,1980" path="m,197l1923,180r,540l2643,720r,540l1923,1260r,720l3363,1980r,-1080l3003,900,3003,hhe" filled="f"&gt;   &lt;v:path arrowok="t"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1030" style="'position:absolute;left:5569;top:6408;" coordsize="4439,2700" path="m,274r1771,-6l1771,708r-392,12l1379,1260r360,l1739,2160r1620,l3359,2700r720,l4079,2520r360,l4439,2340r-360,l4079,900r180,l4259,720r180,l4439,,2999,e" filled="f"&gt;   &lt;v:path arrowok="t"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1031" style="'position:absolute;left:3804;top:6586;" coordsize="885,1082" path="m878,l,2,,1082r93,-11l87,89r798,l878,xe"&gt;   &lt;v:path arrowok="t"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t202" coordsize="21600,21600" spt="202" path="m,l,21600r21600,l21600,xe"&gt;   &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;   &lt;v:path gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1032" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1032'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="8.0pt" style="'mso-ansi-language:EN-US'"&gt;Filter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1033" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1033'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="8.0pt" style="'mso-ansi-language:EN-US'"&gt;Pompa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1034" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1034'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="8.0pt" style="'mso-ansi-language:EN-US'"&gt;Blower&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1035" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1035'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="8.0pt" style="'mso-ansi-language:EN-US'"&gt;Skimer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1036" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="8.0pt" style="'mso-ansi-language:EN-US'"&gt;Lubang      Air yang sudah dibersihkan/difilter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1037" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1037'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;font size="8.0pt" style="'mso-ansi-language:EN-US'"&gt;Busa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1038" style="'position:absolute'" from="10008,8748" to="10008,9288"&gt;   &lt;v:stroke endarrow="block"&gt;  &lt;/v:line&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1039" style="'position:absolute;flip:y'" from="9288,6228" to="9288,6408"&gt;   &lt;v:stroke endarrow="block"&gt;  &lt;/v:line&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 1; left: 0px; margin-left: 59px; margin-top: 5px; width: 483px; height: 256px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/YoseP/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="_x0000_s1026 _x0000_s1027 _x0000_s1028 _x0000_s1029 _x0000_s1030 _x0000_s1031 _x0000_s1032 _x0000_s1033 _x0000_s1034 _x0000_s1035 _x0000_s1036 _x0000_s1037 _x0000_s1038 _x0000_s1039" height="256" width="483"&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Gambar : Rangkaian Skimer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;B.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Pembahasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Dari hasil praktikum, dapat kita kaitkan kualitas air laut dengan beberapa parameter yang digunakan (Ghufron H, 2005).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Oksigen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Ikan membutuhkan oksigen guna pembakaran bahan bakarnya (makanan) untuk menghasilkan aktivitas, seperti aktivitas berenang, pertumbuhan, reproduksi, dan sebaliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Untuk pertumbuhan ikan laut, kandungan oksigen terlarut dalam air minimal 4 ppm dengan kandungan optimum adalah 5-6 ppm. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Derajat Keasaman (pH) Air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;pH air mempengaruhi tingkat kesuburan perairan karena mempengaruhi kehidupan jasad renik. Perairan asam akan berkurang produktif, malah dapat membunuh ikan. Pada pH rendah (keasaman tinggi) kandungan oksigen terlarut akan berkurang sebagai akibatnya konsumsi oksigen menurun, aktivitas pernapasan naik dan selera makan akan berkurang. Hal yang sebaliknya terjadi pada suasana basa. Atas dasr ini, maka usaha budidaya ikan, akan berhasil baik dalam air dengan pH 6,5-9,0 dan pertumbuhan optimal ikan terjadi pada pH 7-8.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Air laut mempunyai daya penyangga (buffer) yang besar terhadap perubahan pH. Umumnya pH air laut antara 7,6-8,7.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Suhu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Suhu mempengaruhi aktivitas metabolisme organisme, karena penyebaran organisme baik di laut maupun di perairan tawar dibatasi oleh suhu perairan tersebut. Suhu sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan pertumbuhan ikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Kisaran suhu optimal bagi kehidupan ikan adalah antara 24-32 &lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C. Bila suhu rendah ikan akan kehilangan nafsu makan, sehingga pertumbuhannya terhambat. Sebaliknya bila suhu terlalu tinggi ikan akan stres bahkan mati kekurangan oksigen. Baik suhu yang terlalu rendah maupun terlampau tinggi dapat membahayakan ikan, karena beberapa patogen berkembang baik pada kondisi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Salinitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Salinitas adalah konsentrasi rata-rata seluruh larutan garam yang terdapat di dalam air laut. Cara yang biasa digunakan untuk menentukan salinitas adalah menghitung jumlah kadar garam dalam satu sampel yang biasa disebut klorinitas, dengan rumus : 0/00 = klorinitas x 1,817.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style="" lang="SV"&gt;Di perairan Samudra, salinitas biasanya berkisar antara 34-35 per mil (PPT = part per thousand). Di perairan pantai karena terjadi pengenceran aliran sungai, salinitas biasanya turun, sebaliknya di daerah dengan penguapan yang sangat tinggi biasanya salinitas meningkat tinggi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;font style="line-height: 150%;" face="&amp;quot;" lang="SV" size="12"&gt;  &lt;/font&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: center; text-indent: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;IV.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;              &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font style=""&gt;KESIMPULAN DAN SARAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;A.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Kesimpulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Dapat diketahui perbedaan dalam penggunaan skimer dan filter biasa. Menggunakan skimer lebih efektif dan mudah dalam proses pemfiltrasian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Parameter kualitas air hangat menentukan kelangsungan hidup suatu organisme di perairan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;pH merupakan penyangga (buffer) terbesar terhadap air laut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;B.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Saran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Penanggulangan terhadap kerusakan suatu perairan harus diperhatikan, agar organisme di perairan tetap terjaga kelestariannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;-&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;font style=""&gt;Parameter kualitas air harus diperhatikan dalam melakukan budidaya di suatu perairan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;font style=""&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -108pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;Jangkaru Zulkifli Ir. 1984. &lt;i style=""&gt;Pemeliharaan Ikan dalam Kolam Air Deras&lt;/i&gt;. CV. Yasaguna, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -108pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font style=""&gt;K Kordi H Ghufron, M. 2005. &lt;i style=""&gt;Budidaya Ikan Laut di Keramba Jaring Apung&lt;/i&gt;. Rineka Cipta, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2319457425620891995-3918750545230719010?l=kharisma88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kharisma88.blogspot.com/feeds/3918750545230719010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kharisma88.blogspot.com/2009/02/kualitas-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/3918750545230719010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/3918750545230719010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kharisma88.blogspot.com/2009/02/kualitas-air.html' title='kualitas air'/><author><name>Di sini blogku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09284058916379710851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ScBwz0G3yfY/SYrXyyVeA0I/AAAAAAAAAAM/hGNIp_Z2XaQ/S220/Foto(152).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2319457425620891995.post-2306351024949088736</id><published>2009-02-05T17:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T17:16:17.601-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Nila Gesit'/><title type='text'>posting gambar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ScBwz0G3yfY/SYuO3osBXTI/AAAAAAAAAAw/aGlOiY9L2BU/s1600-h/Foto%28380%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ScBwz0G3yfY/SYuO3osBXTI/AAAAAAAAAAw/aGlOiY9L2BU/s320/Foto%28380%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299486472997526834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ini adalah ikan nila Gesit yang berhasil ditemukan di BBPBATS jawa barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2319457425620891995-2306351024949088736?l=kharisma88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kharisma88.blogspot.com/feeds/2306351024949088736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kharisma88.blogspot.com/2009/02/posting-gambar.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/2306351024949088736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/2306351024949088736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kharisma88.blogspot.com/2009/02/posting-gambar.html' title='posting gambar'/><author><name>Di sini blogku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09284058916379710851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ScBwz0G3yfY/SYrXyyVeA0I/AAAAAAAAAAM/hGNIp_Z2XaQ/S220/Foto(152).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ScBwz0G3yfY/SYuO3osBXTI/AAAAAAAAAAw/aGlOiY9L2BU/s72-c/Foto%28380%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2319457425620891995.post-5747683070712830776</id><published>2009-02-05T05:09:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T05:12:16.090-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toksikologi'/><title type='text'>TOKSIK</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;EFEK DARI NITROGEN DAN SATUAN TERENDAH POSFOR PADA ASAM NUKLEAT DAN KANDUNGAN PROTEIN DARI &lt;i style=""&gt;Heterocapsa&lt;/i&gt; SP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;ABSTRAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perubahan dalam protein, RNA dan DNA pada kandungannya dihubungkan pada angka terendah Nitrogen dan Posfor dipelajari pada Dinoflagelata laut &lt;i style=""&gt;Heterocapsa&lt;/i&gt; SP yang tumbuh dalam kultur tertt. Dalam semua kasus angka terendah Nutrien adaptasi metabolic diakibatkan protein dan RNA, dimana kandungan DNA persel ditunjukan secara konstan angka terendah N pada penurunan paralel dalam konsentrasi protein dan RNA, yang menyebabkan rasio protein dan RNA menjadi konstan. Sebuah penurunan dramatic dalam kandungan RNA dikarakteristikan pada kultur angka terendah P. walaupun sintesis protein dilanjutkan, kandungan ribosom RNA lebih kecil dibandingkan yang diharapkan untuk didapatkan dari sintesis protein. Ini disarankan bahwa rasio protein dan RNA dapat digunakan sehingga suatu indicator dari angka terendah P dimana rasio protein atau klorofil akan dikarakteristikan angka terendah N.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam komponen Biologi, RNA, DNA dan protein adalah partikel Biokimia yang atraktif dari status psikologi karena secara langsung hubungan mereka untuk dibagian sel dan pertumbuhan RNA, dimana lebih banyak dibanding DNA didalam sel dianggap sebagai indikator dari pertumbuhan karena secara langsung dalam sintesis protein dan sensitifitasnya pada kondisi lingkungan, sebagaimana kemampuan nutrien. Penelitian sebelumnya menggunakan dinamika dari protein, RNA dan DNA dan dalam pertumbuhan Dinoflagelata &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Heterocapsa&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;SP&lt;/span&gt; didalam jumlah terkecil N dan P memberikan aturan struktural dari P dalam skleton RNA dan DNA dan dalam sistem ATP/ADP hal ini dapat dianggap bahwa perubahan dalam kemampuan P akan dihasilkan dalam variasi dalam bagian asam nkleat karena N adalah komponen dari semua protein dan Asam Nukleat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;METODE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Kondisi Kultur dan Pertumbuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Yang paling utama dalam eksperimen suatu kultur Heterocapsa SP dimulai dalam sebuah flask yang berisi 750ml dari medium f/2-si. Jumlah sel perhari dibuat dalam waktu yang bersamaan dengan sebuah alat multisizer coulter counter dengan sebuah tube berukuran 140µm.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Rancangan Eksperimen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Pengambilan sample untuk jumlah sel dan perkiraan volume yang diambil sekali sehari, 3 jam setelah periode penyinaran dilakukan untuk menghindari variasi dari pencahayaan gelap dan terang. Sample untuk RNA, DNA dan protein dikumpulkan pada hari ke4, ke6, ke9, setelah inokulasi waktu pengambilan sample ini dihubung secara eksponen, tahap awal dan tahap selanjutnya (grafik 1)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Penentuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Konsentrasi DNA ditunjukan pada jumlah sel karena perubahan dalam rata-rata ukuran sel di induksi melalui perlakuan, RNA dan protein dinormalkan pada volume sel. Rasio pada parameter biokimia yang berbeda diberikan sebagai perbandingan berat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;HASIL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Kurva Pertumbuhan dan Volume Sel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Secara umum volume dari sel pada semua N dan P yang diperlakukan meningkat secara progresive pada akhir dari eksperimen 38 dan 94% lebih tinggi dibandingkan penentuan selama tahapan angka pertumbuhan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\YoseP\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="Aba114"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -2; left: 0px; margin-left: 24px; margin-top: 5px; width: 600px; height: 612px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/YoseP/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" shapes="_x0000_s1026" height="612" width="600" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Variasi pada DNA, RNA, Protein dan sel klorofil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Dalam kultur angka terendah P kandungan sel DNA dinaikan sedikit selama percobaan variabel yang diobservasi dalam sel DNA mengandung tahapan pertumbuhan dari setiap perlakuan yang berhubungan dengan perubahan dalam sel terhadap pemakaian nutrien&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:0;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\YoseP\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.jpg" title="Aba115"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -1; left: 0px; margin-left: 24px; margin-top: 3px; width: 576px; height: 723px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/YoseP/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" shapes="_x0000_s1027" height="723" width="576" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;PEMBAHASAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Secara ringkas hasil yang diperoleh disarankan bahwa efek dan deplesi N atau P pada status psikologi dalam sel phytoplankton melalui pengertian dari analisis simultan pada protein, asam nukleat dan klorofil bagaimanapun juga selama spesies tertinggi reponsi spesifik dari organisme selama kondisi nutrien lebih bekerja yang dianggap pada spesies yang berbeda dan group phytoplankton dalam menetapkan ekologi signifikan dari tujuan indikasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Suatu kenaikan dalam ukuran sel pada angka terendah N dapat dijelaskan melalui bagian dari protein pada sintesis karbohidrat dan lipid. Faktor lain partikelnya relevan pada sel angka terendah P, yang dapat dilakukan dari sel untuk dibagi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2319457425620891995-5747683070712830776?l=kharisma88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kharisma88.blogspot.com/feeds/5747683070712830776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kharisma88.blogspot.com/2009/02/toksik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/5747683070712830776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/5747683070712830776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kharisma88.blogspot.com/2009/02/toksik.html' title='TOKSIK'/><author><name>Di sini blogku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09284058916379710851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ScBwz0G3yfY/SYrXyyVeA0I/AAAAAAAAAAM/hGNIp_Z2XaQ/S220/Foto(152).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2319457425620891995.post-748603280253401272</id><published>2009-02-05T03:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T03:52:26.432-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan bibit ikan'/><title type='text'>pakan alami</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 200%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pakan Alami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: Arial; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pakan alami ialah makanan hidup bagi larva dan benih ikan mencakup fitoplankton, zooplankton dan benthos serta berperan sebagai sumber protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Disamping mengandung gizi yang lengkap pakan alami mudah dicerna sebab mengandung enzim yang dapat membantu pencernaan di usus larva atau benih ikan yang belum berkembang alat pencernaannya. Pakan alami berukuran relatif kecil (150 mikron - 1 mm) sesuai dengan bukaan mulut larva atau benih dan bergerak tidak begitu aktif sehingga mempermudah larva atau benih untuk memangsanya. Karena sifatnya yang hidup, pakan alami tidak mencemari media pemeliharaan larva atau benih ikan. Pakan alami jenis fitoplankton diketahui sebagai makanan awal bagi larva ikan laut yang relatif bukaan mulut larvanya kecil. Sedangkan sebagian larva ikan air tawar banyak memanfaatkan zooplankton karena bukaan mulut larvanya relatif besar. Namun beberapa ikan air tawar termasuk ikan hias ada yang bukaan mulut larvanya relatif kecil sehingga di dalam usaha pembenihan memerlukan zooplankton yang ukurannya kecil. Pakan alami sebagian mudah didapat dari alam dan ada yang mudah dibudidayakan. Media kultur untuk pembudidayaan pakan alami dapat berupa media alga atau media yang banyak mengandung bakteri untuk itu fasilitas pengembangbiakan khususnya alga perlu dipersiapkan. Sedangkan media bakteri mudah didapat dengan menggunakan kotoran hewan. Penyediaan pakan alami secara berkesinambungan dan peruntukannya yang tepat akan meningkatkan pertumbuhan dan sintasan larva dan benih ikan.&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Pakan alami dengan berbagai kelebihannya sangat cocok untuk benih ikan. Selama ini, pakan alami diperoleh dengan cara menangkap di alam atau dengan membudidayakannya. Ketersediaan pakan alami merupakan faktor penting dalam budidaya ikan terutama pada usaha pembenihan dan usaha budidaya ikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Pakan alami merupakan pakan hidup bagi larva ikan yang mencakup fitoplankton, zooplankton, dan benthos. Pakan alami untuk larva atau benih ikan mempunyai beberapa kelebihan karena ukurannnya relatif kecil dan sesuai dengan bukaan mulut larva atau benih ikan, nilai nutrisinya tinggi, mudah dibudidayakan, gerakannya dapat merangsang ikan untuk memangsanya, dapat berkembang biak dengan cepat sehingga ketersediaannya dapat terjamin, dan biaya pembudidayaannya relatif murah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Larva ikan mencari dan menangkap pakannya dengan mengandalkan kemampuan matanya. Apabila menemukan mangsanya, larva ikan akan bereaksi dengan mendekatinya kemudian menangkap mangsanya, sifat pakan alami yang bergerak, tetapi tidak terlalu aktif dapat merangsang dan mempermudah larva ikan untuk memangsanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Selain beberapa kelebihan tersebut, pakan alami juga tidak mencemari median pemeliharaan sehingga diharapkan dapat menekan angka mortalitas benih akibat kondisi air yang kurang baik. Jenis pakan alami yang dapat dimakan ikan tergantung pada jenis ikan dan tingkat umurnya. Pakan ikan yang pertama kali datang dari luar dan mengawali hidupnya adalah plankton yang bersel tunggal dan berukuran kecil. Semakin besar ukuran ikan maka jenis pakannya juga berubah, misalnya udang renik, cacing, atau serangga. Jenis pakan alami yang dapat dikembangbiakkan antara lain klorela, tetraselmis, infusoria, Moina sp, rotifera, Daphinia sp, jentik nyamuk, cacing merah, dan artemia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Sifat umum pakan alami perlu diketahui sebelum terlanjur melakukan pembudidayaan. Hal-hal yang perlu diketahui meliputi morfologi, habitat, daur hidup, cara perkembang biakannya, kebiasaan makan, serta jenis pakannya. Pengetahuan morfologi setiap jenis pakan alami sangat berguna untuk menyesuaikan ukuran dan bentuk pakan alami yang akan dibudidayakan dengan jenis, ukuran, dan stadia ikan yang akan diberi produk dari pakan alami tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;A. Chlorella&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1. Sistematika dan Morfologi &lt;span style=""&gt;                                                                               &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Chlorella merupakan alga hikau yang di klasifikasikan sebagai berikut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Phylum &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: Chlorophyta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kelas &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: chlorophhyceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;Ordo &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Chlorococcales&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;Familia &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: Chlorellaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;Genus &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: Chlorella ( Bougis, 1979 )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bentuk sel chlorella bulat atau bulat telur, merupakan alga yang bersel tunggal tetapi kadang – kadang bergerombol. Diameter sel berkisar antara 2- 8 mikron, berwarna hijau karena klorofil merupakan pigmen yang dominan, dinding selnya keras terdiri atas selulosa dan pektin. Sel ini mempunyai pitoplasma berbentuk cawan. Chlorella dapat bergerak tetapi sangat lambat sehingga pada pengamatan seakan – akan tidak bergerak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. ekologi chlorella&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Chlorella dapat hidup di air yang menggenang dengan sumber makanan yang cukup, chlorella ini adalah sebagai pakan alami ikan yang sangat baik bagi kelangsungan pertumbuhan ikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. reproduksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Chlorella ini dapat berkembangbiak dengan membelah sel, Selnya bereproduksi dengan membentuk dua sampai delapan sel anak di dalam sel induk yang akan dilepaskan dengan melihat kondisi lingkungan salinitas 0-35 ppt dan yang optimal pada 10-20 ppt, kisaran suhu optimal 25-30°C dan maksimum pada 40 ° C.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4. Budidaya chlorella&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Chlorella dapat dibudidayakan dengan menyiapkan wadah budidaya yang terbuat dari bak plastik, bak semen, dan tempat – tempat yang memungkinkan chlorella dapat tumbuh. Persiapan – persiapan yang dilakukan adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menyiapkan wadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menyeterilkan wadah dari kotoran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menggunakan pupuk urea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terakhir, bak diisi dengan air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;B. Tetraselmis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1. Sistematika dan morfologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Tetraselmis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;berupa orgaisme hijau motil, lebar 9-10 mm, panjang 12-14 mm, dengan empat flagel yang tumbuh dari sebuah alur pada bagian belakang anterior sel. Sel-selnya bergerak dengan cepat di air dan tampak bergoncang pada saat berenang. Ada empat cuping yang memanjang dan memiliki sebuah titik mata yang kemerah-merahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;2. Ekologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tetraselmis hidup di air dan tampak bergoncang pada saat berenang. Tetraselmis juga sebagai pakan alami yang di butuhkan oleh ikan dan tetraselmis ini dapat hidup pada salinitas standar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;3. Reproduksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tetraselmis ini dapat berkembangbiak dengan membelah sel, Selnya bereproduksi dengan membentuk dua sampai delapan sel anak di dalam sel induk yang akan dilepaskan dengan melihat kondisi lingkungan salinitas 0-35 ppt dan yang optimal pada 10-20 ppt, kisaran suhu optimal 25-30°C dan maksimum pada 40 ° C.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4. Budidaya tetraselmis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tetraselmis dapat di budidayakan dengn cara sabagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dalam wadah 1liter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dapat      menggunakan botol erlenmeyer. Botol, slang plastik, dan batu aerasi dicuci      dengan deterjen dan dibilas dengan larutan klorin 150 ml/ton.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wadah      diisi air medium dengan kadar garam 28 permil yang telah disaring dengan      saringan 15 mikron. Kemudian disterilkan dengan cara direbus, diklorin 60      ppm dan dinetralkan dengan 20 ppm Na2S2O3, atau disinari lampu      ultraviolet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;berikut :&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Natrium nitrat ? NaNO3 = 84 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Natrium dihidrofosfat-NaH2PO4 = 10 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;atau Natrium fosfat-Na3PO4 = 27,6 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;atau Kalsium fosfat-Ca3(PO4)2 = 11,2 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Besi klorida ? FeCl3 = 2,9 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid) =&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;10 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tiamin-HCl (vitamin B1) = 9,2 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Biotin = 1 mikrogram/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Vitamin B12 = 1mikrogram/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;k.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tembaga sulfat kristal CuSO4.5H2O = 0,0196&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;l.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;m.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Seng sulfat kristal ZnSO4.7H2O = 0,044 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;n.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Natrium molibdat-NaMoO4.7H2O = 0,02 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;o.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mangan klorida kristal-MnCl2.4H2O = 0,0126&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;p.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;q.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kobalt korida kristal-CoCl2.6H2O = 3,6 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam wadah 1 galon (3 liter)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dapat menggunakan botol ?carboys? atau stoples.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Persiapan sama dengan dalam wadah 1 liter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Urea-46 = 100 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kalium hidrofosfat-K2HPO4 = 10 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agrimin = 1 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid) = 2 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Vitamin B1 = 0,005 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Vitamin B12 = 0,005 mg/l&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam wadah 200 liter dan 1 ton&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;c.1. Wadah 200 liter dapat menggunakan akuarium, dan untuk 1 ton menggunakan bak dari kayu, bak semen, atau bak fiberglass.Persiapan lain sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;c.2&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagaiberikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Urea-46 = 100 mg/liter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pupuk 16-20-0 = 5 mg/liter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kalium hidrofosfa&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;t-K2HPO4 = 5 mg/liter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                                 &lt;/span&gt;i.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;atau Kalium dihidrofosfat-K2H2PO4 = 5 mg/liter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agrimin = 1 mg/liter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/liter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.3 Untuk wadah 1 ton dapat hanya menggunakan urea60-100 mg/liter dan TSP 20-50 mg/liter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah Tetraselmis tumbuh dan siap di panen maka pemanenan tetraselmis dengan cara pemanenan langsung diumpankan dan diambil dari budidaya masal1 ton.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;C. Budidaya Moina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1. Sistematika dan Morfologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Moina banyak hidup di perairan- perairan yang tidak begitu dalam, dan dapat hidup di genangan air ataupun di selokan – selokan. Moina banyak jenis dan bentuknya, moina mempunyai kaki dan hidup dapat bergerak berenang dan dapat menjadi makanan ikan alami yang mempunyai gizi yang bagus bagi kelangsungan hidup benih ikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. Ekologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Moina dapat hidup di genangan air dan dapat hidup di selokan yang suhu optimal 22-31 ° C, dan pH optimal 6,6-7,4. moina sangat kaya akan gizi sehingga para peneliti mampu menjadikan moina dapat dikultur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Reproduksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Moina dapat bereproduksi dengan bertelur, jumlah telur yang di produksi moina sangat banyak sehingga dapat mengkultur dalam waktu singkat menghasilkan bayak anakan moina. Moina mengalami kawin antara moina jantan dan betina sehingga mampu berkembang biak dengan menghasilkan eturunan, tidak seperti chlorella yang berkembangbiaknya dengan membelah diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4. Budidaya moina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Moina dapat di budidayakan dengan kultur dengan tahapansebagai berikut : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a. persiapan wadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wadah      yang digunakan adalah berbagai macam bak dengan ukuran 1 ton (1 m 3 ). Bak      diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wadah      diisi air tawar sampai 60 cm dan diudarai dengan batu 1-2 aerasi per 2,5 m      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemupukan      menggunakan kotoran ayam kering yang dilarutkan dalam air samapi      konsentrasinya 10% dan bungkil kelapa yang ditumbuk halus dan diayak      dengan saringan 500 mikron.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemupukan      pertama menggunakan kotoran ayam 1000 ml/ton dan bubuk bungkil kelapa 200      gram/ton yang dicampur dan dimasukkan dalam kantong yang diperas di atas      bak pemeliharaan, sehingga air perasan langsung jatuh ke bak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pemupukan      kedua dilakukan 4 hari kemudian, dan pemupukan ketiga dilakukan bila      perlu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;b. pemasukan bibit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pemasukan biibt dilakukan 18-24 jam sesudah pemupukan awal dengan padat penebaran 30 ekor/l.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perkembangannya akan mencapai puncak dalam waktu 7-10 hari dengan kepadatan 3000-5000 ekor/l.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Makanan moina terdiri dari tumbuhan renik dan detritus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c. pemanenan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemanenan dilakukan dengan menghentikan aerasi, penyedotan dan penyaringan medium dengan saringan ukuran 200-250 mikron dan 800-1500 mikron untuk memisahkan dari jentik-jentik nyamuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kultur ketiga plankton ini sangat berguna dan dapat dikembangkan sebagai pengefesien plankton untuk pakan alami ikan, dan plankton ini dapat juga menjadikan sebagai peluang usaha untuk menghasilkan nafkah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2319457425620891995-748603280253401272?l=kharisma88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kharisma88.blogspot.com/feeds/748603280253401272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kharisma88.blogspot.com/2009/02/pakan-alami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/748603280253401272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/748603280253401272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kharisma88.blogspot.com/2009/02/pakan-alami.html' title='pakan alami'/><author><name>Di sini blogku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09284058916379710851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ScBwz0G3yfY/SYrXyyVeA0I/AAAAAAAAAAM/hGNIp_Z2XaQ/S220/Foto(152).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2319457425620891995.post-8459045707590647224</id><published>2009-02-05T03:33:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T03:46:45.342-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan ikan'/><title type='text'>kultur pakan alami</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;KULTUR PAKAN ALAMI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Pakan alami dengan berbagai kelebihannya sangat cocok untuk benih ikan. Selama ini, pakan alami diperoleh dengan cara menangkap di alam atau dengan membudidayakannya. Ketersediaan pakan alami merupakan faktor penting dalam budidaya ikan terutama pada usaha pembenihan dan usaha budidaya ikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Pakan alami merupakan pakan hidup bagi larva ikan yang mencakup fitoplankton, zooplankton, dan benthos. Pakan alami untuk larva atau benih ikan mempunyai beberapa kelebihan karena ukurannnya relatif kecil dan sesuai dengan bukaan mulut larva atau benih ikan, nilai nutrisinya tinggi, mudah dibudidayakan, gerakannya dapat merangsang ikan untuk memangsanya, dapat berkembang biak dengan cepat sehingga ketersediaannya dapat terjamin, dan biaya pembudidayaannya relatif murah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Larva ikan mencari dan menangkap pakannya dengan mengandalkan kemampuan matanya. Apabila menemukan mangsanya, larva ikan akan bereaksi dengan mendekatinya kemudian menangkap mangsanya, sifat pakan alami yang bergerak, tetapi tidak terlalu aktif dapat merangsang dan mempermudah larva ikan untuk memangsanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Selain beberapa kelebihan tersebut, pakan alami juga tidak mencemari median pemeliharaan sehingga diharapkan dapat menekan angka mortalitas benih akibat kondisi air yang kurang baik. Jenis pakan alami yang dapat dimakan ikan tergantung pada jenis ikan dan tingkat umurnya. Pakan ikan yang pertama kali datang dari luar dan mengawali hidupnya adalah plankton yang bersel tunggal dan berukuran kecil. Semakin besar ukuran ikan maka jenis pakannya juga berubah, misalnya udang renik, cacing, atau serangga. Jenis pakan alami yang dapat dikembangbiakkan antara lain klorela, tetraselmis, infusoria, Moina sp, rotifera, Daphinia sp, jentik nyamuk, cacing merah, dan artemia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Sifat umum pakan alami perlu diketahui sebelum terlanjur melakukan pembudidayaan. Hal-hal yang perlu diketahui meliputi morfologi, habitat, daur hidup, cara perkembang biakannya, kebiasaan makan, serta jenis pakannya. Pengetahuan morfologi setiap jenis pakan alami sangat berguna untuk menyesuaikan ukuran dan bentuk pakan alami yang akan dibudidayakan dengan jenis, ukuran, dan stadia ikan yang akan diberi produk dari pakan alami tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pakan alami bagi ikan budidaya ataupun ikan yang ada di alam dapat di bagi menjadi dua yaitu pakan alami ada jenis phytoplankton dan dari jenis zooplankton. Ikan yang pada prinsipnya memakan jenis – jenis plankton ini adalah anakan ikan yang masih kecil. Jenis plankton dari phytoplankton dan zooplankton ini dapat di budidayakan dan di kultur untuk pakan alami bagi benih ikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Salah satu dari plankton jenis phytoplankton yang dapat di budidayakan atau di kultur adalah chlorella. Salah satu cara mengkultur chlorella adalah&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;wadah dicuci bersih dan masukan media air laut&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;sterilisasi air laut dengan di beri kaporit 5 ppm      dilakukan pengadukan atau pengudaraan selama 24 jam, chlorin test      digunakan untuk mengetahui kenetralan air&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;untuk bibit yang di perlukan 20 – 30 % dari volume      total, salinitas 28 – 30 ppt, suhu air 30 ºC , pH 8, cahaya yang      dibutuhkan 10000 lux&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;pupuk yang digunakan yaitu 50 – 60 ppm urea, 30 –      40 ppm ZA, 20 – 25 ppm SP 36, 1 – 5 ppm EDTA&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Setelah chlorella ini tumbuh dan berkembangbiak maka dilakukan pemananan dengan cara langsung bersamaan air media kulturnya. Ukuran phytoplankton yang mikroskopik sulit untuk dilakukan penyaringan seperti chlorella. Fitoplankton yang mampu disaring adalan skeletonema, spirulina bentukselnya seperti benang sengan ukuran 20µm&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Media kultur phytoplankton harus sudah berumur tua antara 5 hari sampai 10 hari untuk menghilangkan pupuk yang ada didalamnya karena pemberiannya bersama media air kultur dan di gunakan secara langsung sebagai pakan larva. Teknik panen yang digunakan adalah panen total yaitu dengan menggunakan pompa celup dan didistribusikan ke bak larva dan dialirkan secara perlahan sesuai kebutuhan dengan system gravitasi tanpa pompa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Salah satu cara pengangkutan alga klorella yang tdak membutuhkan volume media yang banyak dengan cara pengendapan. Langkah pengendapan chlorella adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Alga chlorella yang siap dipananen ditampung dalam      wadah bervolume 1 ton&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;NaOH teknis sebanyak 75 – 100 ppm dilarutkan dalam      air laut dan ditambahkan pada chlorella tersebut dan diberi aerasi selama      2 jam.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Setelah 2 jam, aerasi dimatikan dan tunggu 10 – 15 jam      akan terjadi proses pengendapan alga yang ditandai dengan adanya larutan      hijau alga yang mengendap didasar dan larutan bening yang berada      diatasnya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Larutan      benind di buang dan didapatkan endapan alga sekitar 25 – 30 liter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Endapan chorella dapat digunakan sebagai bibit dengan dimasukan kemedia air laut 4 ton yang sudah diberi pupuk dan aerasi. Endapan chlorella dapat digunakan sebagai pakan larva yang diencerkan campuran air twar dan ditambah air laut perbandingan 1 : 4 dan diaerasi sekitar 1jam untuk menurunkan pH endapan chlorella. Penambahan asam dan asam strat dapat ditambahkan setelah diber air laut dan diaerasi. Pengukuran pH dapat digunakan PH meter atau kertas lakmus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cara - cara kultur untuk pertumbuhan phytoplankton kurang lebih sama dengan pengkulturan chlorella.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selain phyoplankton yang dapat di kultur utuk budidaya pakan alami untuk ikan maka zooplankton dapat juga dikultur tetapi perlu tenaga ekstra untuk membudidayakannya. Salah satu zooplankton yang dapat dikultur adalah rotifer. Rotifer ini mempunyai klasifikasi dan identifikasi sebagai berikut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Phylum &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: Trochelminthes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Class &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Rotaria&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;Ordo &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Monongonanta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;Famili&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Branchionidae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;Genus &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: Bracionus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Spesies&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;: Brachionus sp&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Organisme rotifer Branchionus plicatilis O.F Muller bebentuk simetris bilateral menyerupai piala.tubuh Branchionus plicatilis O.F. Muller terbagi atas tiga bagan pokok yaitu kepala, badan dan kaki/ekor. Branchionus plicatilis mempunya kecepatan pertumbuhan dan reproduksi tinggi. Pada kondisi normal, betina memproduksi 20 butir telur atau lebih selama 7 – 10 hari masa hidupnya. zooplankton ini dapat dikultur skala laboratorium, pada kultur tahap – taha awal kultur skala laboratorium di mulai dari sterilisasi peralatan, bahan, air media dan ruang bertujuan untuk membersihkan dari mikro organisme patogen dan bahan organik lannya. Solaasi di laukan untuk mendapatkan bibit murni zooplankton, bibit murni ini didapat dari alam atau hasil kultur masal yang terkontaminasi organisme lain. Bibit untuk isolasi diperoleh dari pengambilan sempel air yang disaring dengan planktonet ukuran 50 µm. Sempel air ditempatkan dipetridisk selanjutnya diamati d bawah mkroskop untuk didentifikasi, dan dipilih jenis zooplankton yang dikehendaki dengan menggunakan alat bantu pipet monospesies yang terkumpul diseleksi kembali pada petridisk lain untuk mendapatkan induk – induk yang mengandung telur. Kegiatantersebut dilakukan berulang – ulang hngga mendapatkan monospesies yang bebas organsme lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Induk dikembangkan secara bertahap dari test tube 50 ml – elrlenmeyer 1000 ml dimedia air laut steril, dengan pencahayaan lampu TL&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan dilengkapi aerasi sebagai suplai oksgen. Dalam waktu 3 – 4 hari, rotifer yang dikultur berkembang dan dapat dipindahkan kedalam wadah yang volumenya lebih besar. Selama pemeliharaan pada skala laboretorium tidak ada perlakua ganti air, dan dlakukan penambahan fitoplankton sebagai pakan dari zooplankton. Penambahan rotifer dilakukan setiap hari dan perhitungan populasi dilakukan di bawah mikroskop dengan alat bantu sedgwich rafter cell dan hand counter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Rotifer juga dapat di kultur semi masal, kultur semi masal ini dapat dilakukan pada wadah aquarium volume 100 liter, atau fiber 1-2 m³. Media kultur yang digunakan sebelumnya di sterilkan melalui fiber bag 25µ dan peralatan di sterilkan dengn chlorinsasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;urang lebih 10 ppm dan penetralan kurang dari 5 ppm thosulfat. Rotifer dikultur dalam media air laut bersalinitas 30 – 32 ppt, sumber energi di peroleh dari sinar matahari secara tidak lngsung dan dilengkapi aerasi sebagai supla oksigen. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kepadatan rotifer yang digunakan dalam kultur semi masal berkisar 40 – 50 indv.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam waktu 3-4 hari, rotifer yang di kultur dalam akuarium berkembang dan dapat digunakan sebagi bibit untuk ultur masa, pertambahn populasi rotifer di hitung setiap hari dan perhitungan populasi dilakukan di bawah mikroskop dengan alat bantu sedgwich rafter cell dan hand counter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selain kultur sem masal rotifer juga dapat dikltur masal pada bak volume 5 – 12 m³. Kultur dilakukan dalam ruang terbuka yang cukup mendapatkan cahaya matahari. Secara umum dikenal 2 metode kultur rotfer yaitu metode panen harian dan metode transfer. Metode panen harian lebih praktis dan mudah sedangkan pada metode trasfer di perlukan bak yang lebh banyak, namun rotifer yang dihasilkan trasfer lebih bersih. Metode panen harian diawali penumbuhan phytoplankton dan bak kltur brachionus hngga mencapai kepadatan 3 – 4 juta sel/ml, setelah ftoplankton siap, bibit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rotfer dapat ditebar dengan kepadatan 40 – 50 ind/ml yang diperoleh dari kultur semi masal. Pemanenan rotifer skala masal dapat dilakukan setelah mencapai kepadatan 150 – 200 ndv/ml atau ditandai beningnya media kultur karena alga telah habis di makan oleg brachonus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pada saat panen, rotifer pada bak kultur tidak dihabiskan namun di sisakan sebagian atau minmal 50 % dari tital sebagai bibit pengkulturan brachionus selanjutnya. Kemudian bak kultur di isi kembali dengan fitoplankton hingga volume semula&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pemanenan brachionus dengn cara mengalirkan air media pemeliharan dengan bantuan selang spiral 1” dan menyaring serta menmpung rotifera yang terbawa air media dengan planktonnet 200 – 400 µm. Panen brachionus dapat dilakukan setap hari pda bak kultur yang sama. Pada umumnya metode panen harian dapat berlangsung hingga 3 – 4 minggu. Hasil panen brachionus dapat langsung di masukan ke bak pemeliharaan larva ikan ataupun diperkaya terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai nutrisi brachionus. Jika dengan metode transfer, kultur brachionus umumnya dilakukan menggunakan bak ukuran kecil maksimal 10 m³ tergantung kebutuhan harian kan brachionus. Persiapan kultur sama seperti pada metode harian. Panen dilakukan setelah brachionus mencapai kepadatan 150 – 200 indv/ml hingga habis. Agar panen dapat dilakukan secara kontinyu setiap hari maka harus tersedia beberapa bak kultur brachionus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selain di atas yang sudah di jelaskan bahwa pakan alami bermacam – macam bentuknya dan jenisnya dan dapat juga di budidayakan untuk pakan larva ikan. Plankton memang sangat spesial bagi kehidupan ikan karena sebagai sumber makanan bagi larva ikan akan tetapi plankton dapat juga menyebabkan larva ikan mati seperti misalnya adanya ledakan plankton atau yang sering disebut upwelling, atau kelimpahan plankton. Di saat seperti ini plankton akan banyak menghisap oksigen, apalagi dalam jumlah besar sehingga terjadi perebutan oksigen oleh plankton dan larva ikan dan bila larva ikan kekurangan oksigen maka akan menyebabkan ikan larva kan mati. Kejadian seperti ini pernah di teliti di teluk jakarta dan dapat disimpulkan bahwa &lt;span style="color: black;"&gt;Musim Timur merupakan musim saat terjadinya  proses upwelling di perairan Laut Banda. Informasi adanya effek upwelling terhadap kelimpahan dan distribusi fitoplankton di perairan Laut Banda belum banyak terungkap. Untuk itu dilakukan penelitian pada bulan Agustus 1997 yang mewakili Musim Timur dan bulan Oktober 1998 yang mewakili Musim Peralihan sebagai pembanding. Data kelimpahan dan distribusi fitoplankton  dengan mengambil contoh fitoplankton dari kedalaman 100 m ke permukaan menggunakan jaring plankton dengan bukaan mulut berdiamter 31 cm,panjang 120 cm dan ukuran mata jaring 80 µm. Hasil pengamatan pada musim timur (Agustus 1997) proses taikan air (upwelling) masih berlangsung. Hal ini terlihat dari nilai regresi antara suhu dan salinitas (r2 = 84,1 %),&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;suhu dan nitrat (94,5%) Pada saat musim timur tercatat 33 jenis fitoplankton, komposisi jenis fitoplankton lebih bervariasi dibandingkan musim peralihan hanya 26 jenis fitoplankton.  Pada musim timur jenis fitoplankton yang mendominasi adalah jenis Chaetoceros sp. Analisis lebih lanjut dengan analisis multivatiate, faktor nitrat mempengaruhi kelimpahan, komposisi dan distribusi fitoplankton. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selain kasus yang ada di teluk jakarta masih banyak lagi kasus yang ada di asia tenggara seperti halnya yang terjadi di manado, para peneliti mengatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berbagai fenomena kelautan di belahan dunia terutama di Samudra Atlantik dan Pasifik telah lama mendapat perhatian para ahli oseanografi dari negara-negara maju. Berbekal kepakaran yang berkualitas dunia, sarana riset yang komplet dan canggih, multi-disiplin, multi-institusi, multinegara, dan dukungan dana yang besar, tabir gelap mengenai fenomena kelautan dan beragam jenis biota penghuninya telah banyak terungkap. Salah satu fenomena kelautan yang tetap aktual untuk dipelajari hingga saat ini adalah proses terjadinya upwelling. Informasi mengenai upwelling di perairan Indonesia sendiri masih amat sangat terbatas, terutama kaitannya dengan proses recruitment ikan. Untuk mengungkap proses upwelling tersebut baik secara mikro maupun makro dan kaitannya dengan jenis-jenis biota yang berasosiasi dalam proses ini diperlukan kajian yang lebih fokus dan serius. Berbagai parameter telah digunakan oleh para peneliti oseanografi untuk mendeteksi lokasi upwelling di perairan Indonesia. Parameter yang pertama kali digunakan oleh Wyrtki (1958) dan juga Veen (1960) untuk mendeteksi terjadinya upwelling di Laut Banda dan Selat Makassar adalah dengan menggunakan data suhu dan salinitas air. Dalam perkembangan selanjutnya (sejak tahun 1969) peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI memperluas parameter yang digunakan, tidak hanya terbatas pada suhu dan salinitas, tetapi juga pengukuran aspek kimia air (kadar fosfat, nitrat, dan silikat), aspek biologi (kadar khlorofil, kelimpahan fito-dan zooplankton), serta kelimpahan jenis-jenis ikan pelagis dengan menggunakan acoustic fish finder. Bahkan, dalam dekade terakhir telah pula digunakan citra satelit Topex/Poseidon, ERS-1, dan ERS-2 oleh BBPT. Namun, alat ini memiliki keterbatasan dalam memberikan informasi spasial di bawah permukaan laut yang hanya dapat diperoleh melalui observasi langsung. Penelitian mengenai upwelling yang telah dilakukan perlu dikembangkan lebih lanjut dengan memadukan data parameter kimia, plankton maupun biologi perikanan agar diperoleh pemahaman tentang proses yang menyebabkan terjadinya upwelling. Salah satu parameter biologi yang dapat ditawarkan untuk mengungkap fenomena upwelling di perairan dunia yaitu dengan menggunakan bio-indikator zooplankton kopepoda. Jenis-jenis kopepoda tertentu berasosiasi dengan mekanisme upwelling dan memiliki strategi siklus hidup yang khusus yang disesuaikan dalam kondisi normal. Salah satu parameter biologi yang dapat ditawarkan untuk mengungkap fenomena upwelling di perairan dunia yaitu dengan menggunakan bio-indikator zooplankton kopepoda. Jenis-jenis kopepoda tertentu berasosiasi dengan mekanisme upwelling dan memiliki strategi siklus hidup yang khusus yang disesuaikan dalam kondisi normal maupun ekstrem. Jenis kopepoda upwelling ini terdiri dari autochtbonous (lokal) maupun allochtbonous (pendatang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Lokasi "Upwelling" menurut peneliti mengatakan bahwa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Perairan Indonesia sangat dipengaruhi oleh tipe iklim Muson yang terdiri dari musim barat (Desember-Februari), musim peralihan I (Maret-Mei), musim timur (Juni-Agustus), dan musim peralihan II (September-November). Pada gilirannya tipe iklim ini akan berpengaruh terhadap kehidupan, kekayaan jenis, kelimpahan, sebaran biota maupun sifat-sifat dan fenomena oseanografi yang terjadi, misalnya proses upwelling. Setidak-tidaknya dikenal ada tujuh lokasi upwelling di perairan Indonesia. Sebagian besar lokasi upwelling ini terletak di Wallace area, yaitu suatu kawasan perairan yang dibatasi oleh garis Wallace di bagian barat dan garis Lydekker di bagian timur (Gambar 1). Daerah ini dikenal memiliki keanekaragaman jenis dan kelimpahan biota yang tinggi, beberapa jenis di antaranya bersifat unik dan endemik, yang merupakan sumbangan besar bagi keanekaragaman biota global. Selain Selat Makassar dan Laut Banda, upwelling juga terjadi di Laut Seram, Laut Maluku, Laut Arafura, dan perairan utara kepala burung dan perairan timur Papua. Satu-satunya lokasi upwelling di luar kawasan Wallacea adalah di perairan selatan Jawa hingga Sumbawa. Upwelling adalah proses yang terjadi di arus permukaan yang sangat penting bagi produksi biota planktonik ini dapat terjadi pada waktu tertentu (sekurang-kurangnya dalam hitungan minggu). Seperti diketahui arus air tidak hanya bergerak secara mendatar (horizontal), tetapi dalam beberapa sebab dapat pula bergerak secara menegak (vertikal). Fenomena upwelling akan terjadi apabila angin berembus terus-menerus di sepanjang pantai dengan kecepatan 15-25 knot yang menyebabkan massa air pantai yang bersuhu hangat (28Ý-29ÝC) di permukaan bergerak ke arah laut lepas (Ekman transport). Kekosongan massa air di permukaan ini selanjutnya diisi oleh naiknya massa air yang lebih dingin (25Ý-27ÝC) dari kejelukan antara 50-300 meter dengan kecepatan 1-5 meter per hari yang kaya unsur hara. Tingginya kadar hara, terutama fosfat, nitrat, dan silikat di permukaan dipadukan dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi, akan memacu laju fotosintesa, fitoplankton (plankton nabati). Selanjutnya fitoplankton ini akan dimakan oleh kopepoda dan zooplankton lainnya yang bersifat plankton feeder yang merupakan pakan utama bagi berbagai jenis ikan pelagis kecil. Semua anggota dari fitoplankton tampaknya digunakan sebagai makanan oleh kelompok kopepoda kecuali cyanobacteria yang pada umumnya tidak disukai, kecuali oleh harpacticoid, Microsetella gracilis yang memakan Trichodesmium yang sungguh dibutuhkan sebagai makanannya. Ketika fitoplankton berlimpah isi perut kopepoda penuh dengan kumpulan sel-sel biota ini sehingga tubuhnya tampak berwarna hijau. Kopepoda merupakan holoplankton dari kelompok krustasea renik, lebih kecil dari udang dan kepiting, umumnya berukuran 0,5-2 mm. Kopepoda berasal dari bahasa Yunani kope, yang berarti dayung dan podos, yang berarti kaki, yang ditujukan untuk bentuk kaki-kaki renangnya yang pipih melebar. Sebagian besar tubuhnya transparan, beberapa di antaranya berwarna kuning telur, biru, ungu, atau hitam. Beberapa marga lainnya, misalnya Pleurommama dan Oncaea bersifat luminescence. Mereka dapat ditemukan di berbagai habitat dari perairan tawar sampai ketinggian 5.540 m di pegunungan Himalaya hingga samudra luas dari permukaan hingga lapisan-lapisan bathypelagic dengan kedalaman lebih dari 10.000 m. Kisaran distribusi vertikal ini sekitar ¾ dari kisaran maksimum yang mungkin pada permukaan bumi, dari titik terdalam di Palung Mariana ke puncak Mount Everest (20.372 m). Tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa keanekaragaman jenis kopepoda ini lebih besar dari seluruh jenis biota yang ada di laut digabung menjadi satu. Beberapa jenis kopepoda biasa digunakan sebagai bio-indikator dalam menentukan lokasi upwelling di perairan dunia. Calanus pacificus dan Calanus marshallae merupakan bio-indikator upwelling di perairan lepas pantai California dan Oregon, Amerika Serikat. Dilaporkan bahwa pada saat upwelling sedang berlangsung kelimpahan anakan (kopepodit V) dari jenis ini di permukaan perairan mencapai 26 juta individu per meter kubik, dan kadar fosfat di permukaan air mencapai 2 µg atom per liter. Sedangkan Calanus carmatus biasa berasosiasi dengan upwelling di perairan Afrika Utara. Acartia clausi, Acartia longiremis, dan Oithona similis merupakan beberapa jenis kopepoda lainnya yang berasosiasi dengan mekanisme upwelling. Di perairan Indonesia, dua jenis kopepoda laut dalam yang dikenal sebagai bio-indikator upwelling adalah Calanoides philippinensis dan Rhincalanus nasutus. Pada saat musim upwelling berlangsung, biasanya berawal pada musim timur (Maret-September) stadia dini (nauplius dan kopepodit) dari kedua jenis kopepoda ini sangat melimpah di lapisan permukaan air. Sebaliknya bentuk dewasanya sangat jarang ditemukan. Mereka menimbun lemak sebanyak mungkin dari fitoplankton, nauplius maupun detritus yang dimakannya untuk pertumbuhan dan cadangan makanan pada saat downwelling. Menjelang berakhirnya musim upwelling, pada saat stok makanan di permukaan mulai menipis, sebagian besar anakan (kopepodit V) dari kedua jenis kopepoda tersebut akan menyelam ke kedalaman 300-500 meter atau lebih. Di lapisan kedalaman ini, kopepodit V akan beristirahat (resting state), mengurangi metabolisme dan aktivitasnya tanpa makan selama 5-6 bulan dan tetap bertahan sebagai kopepodit V menunggu sampai musim upwelling berikutnya. Ketika musim upwelling tiba kopepodit V ini berenang kembali ke lapisan dekat permukaan untuk menjadi dewasa, kawin dan bertelur. Konsentrasi paling tinggi dari upwelling species, biomassa zooplankton tertinggi dan temperatur air terendah terjadi di bagian barat dan utara Kepulauan Aru. Strategi mempertahankan siklus hidup yang hampir mirip ditunjukkan oleh Calanus finmarchicus di perairan Atlantik Utara. C finmarchicus adalah omnivora, memakan fitoplankton, krustasea sangat kecil lainnya, dan juga detritus untuk mendapatkan sejumlah besar nitrogen dan fosfor dari sumber ini pada saat blooming di musim semi. Bahan makanan yang berasal dari jasad hidup alami yang mengandung banyak lemak ini penting sebagai cadangan untuk menyokong hidupnya pada saat menghadapi musim dingin. Pertumbuhan dan reproduksi dari C finmarchicus terjadi pada lapisan samudra ($&gt; 100 meter). Dalam keadaan normal C finmarchicus mempunyai siklus hidup antara 30-50 hari yang meliputi perkembangan enam stadia larva (nauplius I-VI) dan enam stadia juvenil (kopepodit I-VI). Akan tetapi, dalam keadaan ekstrem (kritis) mereka mengubah strategis siklus hidupnya secara drastis, terutama dalam menghadapi musim dingin yang panjang (masa paceklik). Stadia akhir pra-dewasa (kopepodit V) C finmarchicus akan menyelam dan tinggal dekat dasar atau pada lapisan kedalaman 300-400 meter, mempertahankan hidupnya tetap sebagai kopepodit V tanpa makan selama 6-8 bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menjelang musim semi kopepodit V dari C finmarchicus ini akan berenang kembali ke lapisan dekat permukaan untuk menjadi dewasa, kawin dan membentuk suatu generasi baru. Di bagian utara dunia yang lebih ekstrem, di Laut Greenland dan Selat Davis, populasi C finmarchicus dalam satu tahun hanya dapat menghasilkan satu generasi saja. Sebaliknya di perairan lebih ke selatan, misalnya pantai timur Amerika Serikat, setidak-tidaknya dalam setahun jenis ini dapat menghasilkan dua generasi. Konsep lain yang ditawarkan oleh Fleminger (1985) dalam mengamati strategi siklus hidup Calanus pacificus californensis dalam sistem arus California. Pada awal musim gugur hingga musim dingin sebagian besar stadia pra-dewasa (kopepodit V) C p californensis menyelam ke kedalaman 300-400 meter, mengistirahatkan diri tetap dalam stadia kopepodit V dan berpuasa hingga musim dingin berakhir. Menjelang awal musim semi kopepodit V ini berenang ke permukaan untuk menjadi dewasa, sebagian besar persentasenya adalah betina. Mereka tinggal dekat lapisan permukaan dan menghabiskan musim semi dan musim panas (masa panen) untuk menimbun lemak, tumbuh dan bereproduksi. Setelah musim panas berakhir, kopepodit V dari generasi berikutnya kembali menyelam untuk beristirahat, mengurangi aktivitas dan metabolisme, dan berpuasa sampai musim semi tiba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Keuntungan dan kerugian upwelling adalahsebagai berikut,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lokasi upwelling merupakan daerah yang subur dan ideal bagi ikan-ikan pelagis kecil untuk memperoleh pakan, yang pada gilirannya akan dimangsa oleh ikan-ikan yang berukuran besar. Hubungan yang saling berkesinambungan ini menjadikan lokasi upwelling sebagai area yang sangat ideal untuk menangkap ikan (fishing ground).&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Lokasi upwelling di perairan lepas pantai California telah lama dikenal sebagai tempat yang baik untuk penangkapan ikan Sardinopsis (dari famili Clupeidae). Tak berbeda jauh di perairan lepas pantai Peru yang menjadi era penangkapan ikan anchovy (dari famili Engraulidae). Di pantai barat Afrika, Sardinella sp. merupakan jenis ikan yang sangat dominan ditangkap.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Meskipun daerah upwelling diakui sebagai tempat yang ideal untuk penangkapan ikan, namun daerah ini juga menjadi tempat peminjahan ikan yang potensial untuk mendukung proses perekrutan ikan tembang, japuh, lemuru (Clupeidae), serta puri atau teri dari kelompok Engraulidae. Proses upwelling akan sangat berguna bagi perekrutan ikan apabila kecepatan angin tidak melebihi 5-6 meter per detik.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Kecepatan angin yang tinggi akan berdampak negatif bagi proses perekrutan. Hal lain yang sangat penting adalah timing (ketepatan atau ketidak tepatan) dalam ketersediaan pakan alami bagi larva ikan tersebut. Maka penangkapan ikan di daerah upwelling harus dipertimbangkan tentang kelestariannya karena penangkapan yang berlebihan (over fishing) akan merugikan secara ekonomi dan biologi.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Pengayaan hara (nutrient enrichment) akibat upwelling juga dapat memicu terjadinya red tide, akibat terjadinya biakan massal populasi fitoplankton tertentu dengan jumlah puluhan juta sel per liter air.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Biakan massal ini dapat merubah warna perairan menjadi merah kecoklatan, hijau kekuningan atau biru kehijauan. Akumulasi konsentrasi dari sel-sel tersebut terletak dari permukaan hingga lapisan kedalaman 2-5 meter.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Secara normatif red tide dapat terjadi karena adanya sumbangan hara dari daratan yang sangat tinggi, perubahan cuaca (El Nino, La Nina?), hujan yang berlebihan, atau kurangnya zooplankton (kopepoda) herbivora yang mengontrol populasi fitoplankton penyebab red tide.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Sedikitnya dikenal ada 20 jenis plankton yang potensial menimbulkan red tide di perairan Indonesia. Pyrodinium bahamense var compressum dan Alexandrium affine merupakan dua jenis plankton penyebab red tide di Teluk Kao dan Teluk Ambon.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Peristiwa red tide menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sumber daya ikan di perairan alami, tambak, serta menghilangnya ikan-ikan dari lokasi penangkapan. Munculnya jenis-jenis plankton red tide akan menimbulkan kematian massal biota laut akibat pengurasan oksigen (anoxious), merusak dan mengganggu sistem pernapasan ikan, dan meracuni lingkungan perairan dan biota laut lainnya.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Sebagai contoh red tide dari Trichodesmium thiebautii (cyanobacteria) di Lampung pada tahun 1991, telah menyebabkan kerugian sekitar Rp 3,5 miliar akibat kematian massal udang windu yang siap panen. Matinya kerang-kerang mutiara di loka budidaya Dobo, Maluku Tenggara, dan kematian ikan sardine di sepanjang Pantai Kuta, Bali, pada tahun 1995, serta kematian massal ikan di perairan Waigeo, Sorong, pada tahun 1996 merupakan beberapa kejadian yang diakibatkan oleh red tide.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Dan, masih banyak lagi kasus-kasus kematian sumber daya ikan akibat red tide di berbagai wilayah perairan Indonesia yang luput dari perhatian.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Di satu sisi, pengayaan nutrien (eutrofikasi) akibat mekanisme upwelling berdampak positif bagi kesuburan suatu perairan dengan terpeliharanya sumber daya perikanan. Di sisi lain, upwelling juga dapat menyebabkan kerugian karena menimbulkan ledakan pertumbuhan (blooming) dari jenis-jenis plankton penyebab red tide.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Pengkajian lebih lanjut mengenai fenomena upwelling dan dampaknya di perairan Indonesia merupakan masalah yang sangat penting, karena masih banyak parameter lainnya yang berhubungan dengan upwelling yang perlu diteliti secara lebih akurat. Pada akhirnya hal ini erat kaitannya dengan kebijakan pengelolaan sumber daya ikan secara baik dan benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t202" coordsize="21600,21600" spt="202" path="m,l,21600r21600,l21600,xe"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:path gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" stroked="f"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 1; left: -12px; top: 111px; width: 496px; height: 139px;"&gt;  &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="background: white none repeat scroll 0% 50%; vertical-align: top; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" bgcolor="white" height="28" width="496"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 0pt; z-index: 1;"&gt;   &lt;table style="left: 39px; width: 566px;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;!--[endif]--&gt;     &lt;div shape="_x0000_s1026" style="padding: 3.6pt 7.2pt;" class="shape"&gt;     &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;SUMBER RINGKASAN : &lt;i&gt;Internet : &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;www.kompas.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Materi Kultur Pakan Alami&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso &amp; !vml]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2319457425620891995-8459045707590647224?l=kharisma88.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kharisma88.blogspot.com/feeds/8459045707590647224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kharisma88.blogspot.com/2009/02/kultur-pakan-alami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/8459045707590647224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2319457425620891995/posts/default/8459045707590647224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kharisma88.blogspot.com/2009/02/kultur-pakan-alami.html' title='kultur pakan alami'/><author><name>Di sini blogku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09284058916379710851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ScBwz0G3yfY/SYrXyyVeA0I/AAAAAAAAAAM/hGNIp_Z2XaQ/S220/Foto(152).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
